
Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) menerima audiensi dari PT Indotruba Tengah, bagian dari Minamas Plantation. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kampus 1 Unjaya ini membahas agenda utama berupa kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya program magang dan beasiswa bagi mahasiswa serta alumni Unjaya.
Brigjen TNI (Purn.) Halomoan Rajagukguk, S.E., selaku Wakil Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), menyambut baik kunjungan rombongan PT Indotruba Tengah. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan badan usaha milik YKEP. Menurutnya, akademisi, entrepreneur, dan pekerja perlu terus memperkuat kolaborasi mereka.
“Kita harus terus memantau ikatan alumni agar mereka dapat memberikan bakti kepada almamater,” ujarnya.

Peluang Magang Luas di Industri Kelapa Sawit
Direktur PT Indotruba Tengah, Farid, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi peluang yang sangat baik bagi kedua pihak. Sebagai informasi, Minamas Plantation bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Perusahaan yang berdiri pada April 2001 ini mengelola luas areal konsesi mencapai 214.000 hektare dengan operasional yang tersebar di delapan provinsi.
Beliau juga menjelaskan berbagai peluang magang yang tersedia. Perusahaan siap menempatkan mahasiswa bidang Teknik Industri di 21 kebun kelapa sawit mereka. Sementara itu, mahasiswa Accounting dan Ekonomi dapat mengikuti program di lima regional di luar Jakarta. Unjaya akan memfasilitasi seluruh proses magang ini secara formal, termasuk kesempatan magang jangka panjang.
Program Beasiswa Khusus dan Dukungan Kampus Merdeka
Selain program magang, PT Indotruba Tengah menyiapkan beasiswa dengan kriteria khusus. Program ini menyasar mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, semangat entrepreneur, prestasi akademik baik, dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Para pendaftar harus melewati rangkaian tahapan seleksi mulai dari kalibrasi, psikotes, wawancara, hingga medical check-up. Setelah lulus kuliah, peserta akan mengikuti seleksi lanjutan. Perusahaan merencanakan untuk menerima enam mahasiswa pada setiap batch.
Wakil Rektor I Unjaya, Wenny Savitri, S.Kep., Ns., MNS, menyampaikan bahwa kampus terus mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Unjaya juga membuka jalur magang bagi mahasiswa dan alumni sambil menunggu peluang kerja tetap. Kampus menargetkan program magang ini tidak hanya di perusahaan swasta, tetapi juga di satuan TNI dan badan usaha milik YKEP.
Kedua pihak berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bersama. Penyaluran beasiswa harus tepat sasaran, sementara kampus mempersiapkan mahasiswa agar siap bekerja di berbagai lokasi operasional perusahaan.

Audiensi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengembangan SDM unggul. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Unjaya untuk berkarier di industri perkebunan kelapa sawit nasional. [and/kpa]



