Semangat Achmad Yani Muda Kontribusi Lewat Kampus Mengajar

SLEMAN – Suksesnya Program Kampus Mengajar Angkatan 1 mendorong Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek membuka pendaftaran Kampus Mengajar Angkatan 2. Dalam program ini mahasiswa juga dapat membantu dalam menyosialisasikan produk pembelajaran Kemendikbud-Ristek meliputi kurikulum darurat, modul pembelajaran, AKSI, portal rumah belajar, dan lain-lain.

Pada tahun 2021, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA) telah memiliki 5 Alumni Mahasiswa program kampus mengajar angkatan 1 yang sudah mengabdikan diri di Sekolah Dasar 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) di berbagai daerah di Jawa dan Sumatera. Tidak Lelah untuk berkontribusi, pada Program Kampus Mengajar Angkatan 2, UNJAYA kembali mengirimkan para mahasiswanya mengikuti seleksi, dan Empat Mahasiswi Program Studi Keperawatan (S-1) berhasil lolos dalam seleksi akhir setelah bersaing dengan 36.576 Mahasiswa dari seluruh Indonesia. Adapun keempat Mahasiswi luar biasa tersebut adalah, Atika Rohmah (NPM 192201007), Rizka Ayu Nurhatati (NPM 192201057), Fajar Fitriyana (NPM 192201024), dan Aulia Devi Septiyani (NPM 192201008).

Dalam releasnya yang diterima redaksi unjaya.ac.id., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Unjaya, Arif Adi Setiawan, S.Kep., Ns., M.Kep., CPT., menyampaikan bahawa Mahasiswa yang lolos Program Kampus Mengajar akan bekerja sama dengan Kemendikbud-Ristek dengan mendapatkan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terpilih untuk mengkawal kegiatan ini agar sesuai dengan visi dari Program Kampus Mengajar dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. “Program Kampus Mengajar memiliki 4 poin penting yaitu melanjutkan pembelajaran di masa pandemi terutama untuk SD dan SMP di daerah 3T, menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, dan menjadi mitra Guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran”, lanjutnya. Selain itu Program Kampus Mengajar juga bermanfaat bagi Mahasiswa, yaitu diakui konversi hasil belajar sampai dengan 20 SKS per semester dan mendapatkan pemotongan UKT hingga Rp 2,4 Juta. Selain itu juga mendapatkan uang saku sebesar Rp 1,2 Juta per Bulan. Sedangkan Perguruan Tinggi yang ikut serta dalam Program Kampus Mengajar akan mendapatkan keuntungan dengan tercapainya Indikator Kinerja Utama (IKU) pada poin nomor 2 yaitu mahasiswa mempunyai pengalaman belajar di luar kampus domisili, dan DPL sebagai support pencapaian IKU tersebut. [ka/kpp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.