Menuju Era Kesehatan Digital: RMIK Unjaya Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Data Kesehatan


Sleman – Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) D-3 Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) menggelar kuliah umum internasional. Acara bertajuk “Health Data Analytics In The Digital Era: Global Insight and Indonesian Experience” ini dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Fkes Unjaya dan platform Zoom Meeting pada Rabu, 17 Juni 2026.

Sebanyak 217 mahasiswa semester 2, 4, dan 6 serta 15 dosen dan laboran mengikuti acara ini. Kuliah umum ini bertujuan membekali calon profesional kesehatan agar siap menghadapi era digitalisasi pelayanan kesehatan. Saat ini, data statistik kesehatan memegang peranan krusial dalam perencanaan program. Selain itu, data tersebut penting untuk evaluasi pelayanan hingga pengambilan kebijakan di fasilitas kesehatan.

Kuliah umum ini menghadirkan dua pakar di bidangnya untuk memberikan perspektif yang komprehensif, baik dari skala internasional maupun nasional.

Narasumber pertama adalah Puan Nik Azliza Nik Arifin, Ph.D. dari Universitas Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Beliau memaparkan materi mengenai “Transformasi Global dan Standar Internasional dalam Pengelolaan Data Kesehatan Digital”. Dalam sesinya, beliau menyoroti tren global digital health. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan standar internasional seperti ICD, SNOMED CT, dan HL7/FHIR dalam integrasi data kesehatan universal.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Yogyakarta mengisi sesi kedua. Mereka membedah penerapan taktis di Indonesia melalui materi “Pemanfaatan Big Data, Artificial Intelligence (AI), dan Visualisasi Dashboard untuk Pengambilan Keputusan Kesehatan”. Materi ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai teknologi analitik prediktif dan visualisasi data. Tujuannya agar mereka bisa merumuskan kebijakan kesehatan yang efektif dan efisien di dunia kerja.

Ketua Prodi RMIK Unjaya, Zakharias Kurnia Purbobinuko, SIP., MPH, berharap besar melalui kegiatan ini. Beliau ingin mahasiswa tidak hanya cakap dalam mengelola rekam medis konvensional. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi akademik dan profesional berbasis data untuk mendukung sistem informasi kesehatan masa depan. [and/kpa]

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *