Kuliah Umum “Heroisme” Nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani

SLEMAN – Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) kembali menyelenggarakan kuliah umum yang merupakan rangkaian kegiatan dari Dies Natalis Unjaya ke-6 yang diilaksanakan secara hybrid pada Rabu, (20/03/2024). elaksanaan daring zoom diikuti oleh Dosen, Tendik, dan mahasiswa. Pelaksanaan luring di Auditorium Lantai 4 Unjaya diikuti 165 peserta yang terdiri atas para pimpinan Unjaya, dan mahasiswa dari 8 Program Studi. Kuliah umum kali ini mengusung tema “Heroisme di Masyarakat: Mengenal dan Menginspirasi Tindakan Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari” yang merupakan bagian dari kuliah NKJA yang harus ditempuh oleh mahasiswa Unjaya, memantapkan tagline Unjaya yaitu nasionalis, patriotik, dan heroik.

Kuliah umum ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep heroisme dalam konteks masyarakat dan pentingnya tindakan pahlawan sehari-hari. Acara ini dimulai dengan sambutan dari Wakil Rektor I Unjaya, Wenny Savitri, S.Kep., Ns., MNS. Beliau menggarisbawahi bahwa kegiatan ini sebagai wadah pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Heroisme dapat dimaknai sebagai kepahlawanan atau keberanian dalam membela keadilan dan kebenaran. Hal ini penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang berkualitas, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin masa depan yang peduli dan bertanggung jawab yang harapannya dapat memberikan inspirasi dan memotivasi mahasiswa untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat melalui aksi positif yang mereka lakukan.

Tampil sebagai narasumber adalah Ibu Heni Sri Sundani, BSEM founder @anakpetanicerdas empowering indonesia yang menyampaikan materi tentang cerita-cerita inspiratif mengenai tindakan heroik, pengaruh tindakan heroik, dan relevansi heroisme dengan generasi muda. “Nilai kepahlawanan tidak terlepas dari kata pahlawan itu sendiri yang berarti seseorang yang melakukan suatu tindakan diluar dari tindakan kebanyakan manusia pada umumnya. Pahlawan akan mengesampingkan ego pribadinya dengan rela berkorban demi kemaslahatan orang lain. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak. Mahasiswa memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan sosial” ungkap Ibu Heni Sri Sundani. “Dengan sikap heroisme, mereka dapat menginspirasi dan memotivasi orang lain untuk ikut terlibat dalam aksi positif yang membantu masyarakat. Sikap heroisme membantu mahasiswa mengembangkan nilai-nilai positif seperti keberanian, empati, dan tanggung jawab” lanjut Ibu Heni Sri Sundani.

Dengan acara kuliah umum ini diharapkan dapat berdampak positif bagi mahasiswa Unjaya untuk dapat lebih memotivasi diri mereka sendiri untuk mengembangkan sikap heroisme. [biropp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.