
Yogyakarta – Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya), Prof. Dr. rer. nat. apt. Triana Hertiani, S.Si., M.Si., menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Nasional “Kepemimpinan Perempuan di Era Disrupsi: Resiliensi, Budaya, dan Perdamaian Dunia”. Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menggelar acara ini secara hybrid pada 24–25 Juli 2026. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to XV HIMPSI Congress.
HIMPSI menyelenggarakan seminar ini bersama Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial), Grha Ilmu, dan HIMPSI Wilayah DIY. Forum ini bertujuan memperkuat peran kepemimpinan perempuan dari perspektif psikologi dan budaya. Selanjutnya, acara ini mendorong kontribusi perempuan dalam menciptakan perdamaian dunia di era disrupsi. Oleh karena itu, forum tersebut menjadi wadah dialog lintas disiplin bagi akademisi, psikolog, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan.
Transformasi Tata Kelola Berbasis Filosofi Jamu

Dalam sesinya, Prof. Triana menyampaikan materi berjudul “Nilai Kepemimpinan Perempuan dalam Budaya dan Tradisi Indonesia: Lesson Learned dalam Memimpin Transformasi Tata Kelola di Unjaya”. Kemudian, beliau membagikan kisah tiga identitas yang membentuk kepemimpinannya. Tiga peran tersebut adalah sosok perempuan tangguh, peneliti obat tradisional, serta rektor pemimpin transformasi.
Selanjutnya, Prof. Triana menerapkan filosofi jamu dan obat tradisional dalam tata kelola Unjaya. Beliau menggunakan pendekatan holistik, keberagaman kompetensi, serta nilai Knowledge, Trust, Care, dan Empowerment. Sementara itu, strategi transformasi Unjaya mencakup sentralisasi administrasi, desentralisasi akademik, dan Roadmap Transformasi Digital PATRIOT 2025.
Lintas Tokoh dan Harapan Masa Depan
Selain Prof. Triana, G.K.R. Hemas selaku Anggota DPD RI hadir sebagai keynote speaker. Sejumlah pembicara ahli juga menyemarakkan acara ini, seperti Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi., Psikolog, dan Prof. Dr. Casmini, S.Ag., M.Si. Selain itu, hadir pula Dr. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si., Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, M.Psi., Psikolog, serta praktisi dari Dinas Psikologi TNI AL.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Laut (KH/W) Dr. Dewi Nurnindyah menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental bagi pemimpin perempuan. Di sisi lain, Ketua HIMPSI DIY, Miftahun Ni’mah Suseno, menyatakan bahwa seminar ini memperlihatkan kepemimpinan perempuan sebagai warisan budaya yang selalu relevan. Oleh karena itu, seminar nasional ini dapat menghasilkan gagasan konkret untuk melahirkan pemimpin perempuan yang tangguh, berintegritas, dan berorientasi pada perdamaian. [and/se]



