
Yogyakarta – Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) menggelar audiensi dengan Komando Resor Militer (Korem) 072/Pamungkas untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan sinergi antara dunia pendidikan dengan TNI Angkatan Darat. Audiensi berlangsung di Ruang Kerja Danrem 072/Pamungkas, Yogyakarta, pada Rabu (6/5/2026).
Dipimpin oleh Ketua Badan Pelaksanaan Harian (BPH) Unjaya, Brigjen TNI (Purn.) Achmad Dimyati, S.H. beserta jajaran, pertemuan ini membahas berbagai potensi kerjasama, khususnya pembinaan karakter mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat. Unjaya memaparkan profil universitas beserta fakultas-fakultas yang ada serta rencana pengembangan Fakultas Kedokteran. Turut dijelaskan program kuliah tamu dan kegiatan kemahasiswaan, salah satunya NKJA (Kegiatan Achmad Yani Muda) sebagai upaya pembentukan karakter nasionalis, patriotik, dan heroik mahasiswa.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan harapan agar kerjasama dengan Korem 072/Pamungkas dapat semakin ditingkatkan, terutama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu contoh konkret yang dibahas. Kelulusan mahasiswa Unjaya diharapkan tidak hanya mencakup prestasi akademik, tetapi juga penguatan karakter sesuai nilai-nilai kejuangan. Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc. menyambut baik seluruh usulan tersebut. Beliau menekankan pentingnya ketahanan nasional dan memberikan contoh praktik di Cina, di mana mahasiswa baru diwajibkan mengikuti pendidikan militer selama satu bulan dengan mengenakan baju loreng.
“Program ini bersifat edukasi langsung dengan masyarakat. Mahasiswa akan ditempatkan di 10 wilayah meliputi Yogyakarta dan eks-Karesidenan Kedu hingga Kebumen,” jelas Danrem.
Danrem sangat mendukung pelaksanaan TMMD setiap semester selama satu bulan penuh, dengan mahasiswa tinggal bersama masyarakat. Pelaksanaan akan diawali dengan pra-pelaksanaan untuk mengidentifikasi kebutuhan. Jadwal sementara ditetapkan pada 25 Juni 2026 dan 17 September 2026. Biaya hidup mahasiswa sekitar Rp40.000 per hari dikelola oleh masyarakat setempat.
Kedua pihak juga membahas kerjasama pengembangan ketahanan pangan berbasis Artificial Intelligence (AI) serta penyesuaian proses kemiliteran bagi lulusan Fakultas Kedokteran. Danrem menyatakan akan melakukan kunjungan balik ke Unjaya untuk proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Audiensi ini diharapkan menjadi langkah nyata mempererat kolaborasi pendidikan tinggi dengan institusi pertahanan, menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus berjiwa heroik sesuai nilai-nilai Jenderal Achmad Yani. [and/kpa]




