
Sleman – Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) sukses menyelenggarakan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Profesi Ners dan Profesi Bidan Periode 1 Tahun 2026 pada Kamis (11/6/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menandai peralihan status para lulusan. Kini, mereka resmi menjadi tenaga kesehatan profesional yang siap mengabdi di masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi resmi yang berjalan dengan penuh khidmat. Acara inti meliputi iringan Mars, menyanyikan lagu kebangsaan, serta hymne universitas. Setelah itu, agenda berlanjut dengan pelantikan, pemberian sertifikat, pengambilan sumpah profesi, dan penyematan pin organisasi profesi. Suasana acara juga menjadi semakin semarak dengan adanya penampilan tari persembahan yang memukau para hadirin.
Internalisasi Nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani

Wakil Rektor I, Wenny Savitri, S.Kep., Ns., MNS., hadir menyampaikan sambutan Rektor Unjaya. Beliau mengucapkan selamat atas keberhasilan para lulusan baru tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengajak para lulusan untuk meneladani nilai-nilai kejuangan Jenderal Achmad Yani. Nilai-nilai tersebut meliputi nasionalisme, patriotisme, heroisme, serta integritas tinggi saat melayani masyarakat.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap kemajuan teknologi medis. Para lulusan harus tetap menjaga kode etik dan selalu memprioritaskan keselamatan pasien di atas segalanya.
Pesan dari Organisasi Profesi PPNI dan IBI

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW PPNI DIY, Tri Prabowo, S.Kp., M.Sc. menyambut hangat para Ners baru ke dalam keluarga besar profesi keperawatan Indonesia. Beliau menegaskan bahwa sumpah profesi merupakan ikatan moral yang luhur, bukan sekadar formalitas belaka. Ia juga mendorong lulusan untuk segera mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) dan terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Apresiasi juga datang dari Dr. Heni Puji Wahyuningsih, S.Si.T., M.Kes., selaku Ketua PD IBI DIY. Beliau mengingatkan peran vital bidan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Bidan baru juga memiliki tanggung jawab besar dalam penanganan stunting serta pemberian pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice). Beliau meminta para lulusan untuk selalu patuh pada regulasi dan memperkuat kolaborasi interprofesi.
Komitmen Lulusan untuk Almamater

Mirawati, S.Kep., Ns., mewakili para peserta sumpah untuk menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menceritakan kembali perjuangan berat mereka selama menempuh pendidikan profesi. Lewat pidatonyanya, Mirawati mengapresiasi dukungan penuh dari dosen Unjaya serta pengorbanan luar biasa dari orang tua. Ia menegaskan komitmen seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi sumpah profesi mereka.
Acara ditutup dengan lagu persembahan, penayangan video, lagu Bagimu Negeri, dan doa bersama. Seluruh kegiatan berjalan tertib hingga selesai. Agenda ini menjadi bukti nyata komitmen Unjaya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, beretika, dan berjiwa patriotik. [and/kpa]




