Unjani Yogyakarta Ikuti dalam Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan PMI DIY

SLEMAN – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY), menyelenggarakan “Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan Korban Banyak” yang bertempat di Markas PMI DIY. Hadir dalam acara tersebut GBPH H. Prabukusumo, S.Psi sebagai Ketua PMI DIY, Suwarno, MNS sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Unjani Yogyakarta, Poltekes Kemenkes DIY, perwakilan dari Polda DIY, dan ratusan personel dari PMI Kabupaten Kota serta relawan PMI dari mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi se-DIY.

Acara berlangsung dari pukul 09:00 sampai dengan selesai dimulai dari kegiatan apel sampai dengan simulasi penganganan kegawatdaruratan korban banyak. Pada saat apel pembukaan Gusti Prabu menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan komitmen bersama antara PMI dengan mitra instansi terkait dalam penanggulangan bencana dan penanganan kegawatdaruratan serta berperan serta dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2019.

“Simulasi ini sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel PMI dalam menjalankan tugas-tugas PMI menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan yakni memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya; membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri; dan membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial”, jelas Gusti Prabu.

Arif Rianto Budi Nugroho Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY mengungkapkan, “Dalam simulasi terjadi kecelakaan yang melibatkan motor, mobil dan bus di depan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Ringroad Barat) dengan korban sekitar empat puluh orang; kondisi luka ringan, sedang, berat dan meninggal. Selanjutnya PMI mengerahkan enam ambulans dan personel ke lokasi untuk melakukan pertolongan pertama, evakuasi dan triage”.

“Korban dibawa ke Klinik PMI DIY, dilakukan pertolongan, triage, dan rujukan ke rumah sakit sesuai kondisi korban. Semua penanganan dikoordinasikan oleh Posko PMI yang melibatkan koordinasi internal dan eksternal dengan mitra terkait”, ungkap Arif.

“Personel PMI didukung relawan PMI DIY sebagai ujung tombak organisasi. Saat ini berjumlah sekitar 8.502 orang dengan pengetahuan dan keterampilannya siap mendukung pemerintah dalam upaya menangani bencana sewaktu-waktu,” tambah Arif. Hal senada dikatakan Gusti Prabu, “Saya berharap semua komponen PMI sebagai insan pekerja kemanusiaan untuk terus tidak berhenti dan tidak kenal lelah membantu masyarakat, bekerja untuk kemanusiaan”, tutup Gusti Prabu.WR/KPP/PMI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.