Primary Health Care Sebagai Keunggulan Prodi Keperawatan (S1) dan Ners, Fakultas Kesehatan Unjani Yogyakarta

Sleman, 2018

Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners memiliki visi pelayanan kesehatan primer. Maka dari itu Tetra Saktika Adinugraha, M.Kep.,Sp.Kep.,MB selaku Ketua Program Studi Keperawatan dan Yanita Trisetyaningsih, M.Kep., selaku Ketua Program Studi Profesi Ners selalu menekankan setiap dosen koordinator untuk menyisipkan materi pelayanan primer serta visi dan misi prodi disetiap RPS, silabus, PPT serta Tutor Guide dan Student Guide. Para dosen keperawatan FKes Unjani Yogyakarta juga dihimbau untuk menyisipkan visi tersebut dalam laporan pengabdian masyarakat dan penelitian.

Pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2018, Program Studi Profesi Ners mengeluarkan stase unggulan untuk mahasiswa Ners sebagai keunggulan prodi yaitu stase PHC. Stase tersebut dikoordinatori oleh Ratna Lestari, M.Kep.,Sp.Kep.,Kom. Para mahasiswa terbagi kelompok untuk praktik di beberapa Puskesmas di Sleman dan Bantul. Mahasiswa menempuh stase PHC selama 4 minggu dengan rincian 2 minggu di indoor atau Puskesmas (KIA, Gadar, BP Umum, rawat inap, dan puskesmas pembantu) serta 1 minggu di sekolah dan 1 minggu di sektor industri informal.

Presentasi dan Pembinaan pada Kelompok Pekerja Batik UKK Informal, Bantul

Kegiatan praktik di dalam puskesmas diselenggarakan bersama dengan pihak puskesmas dalam rangka promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Mahasiswa melakukan tugas resume harian sebanyak 12 kasus, dan memberikan edukasi kesehatan kepada para pasien dan keluarga yang datang ke Puskesmas. Salah satu contohnya adalah Suwarno, MNS selaku pembimbing akademik dari mahasiswa yang praktik di Puskesmas Pandak 1, menerapkan bimbingan dengan diskusi (small group discussion), Pendidikan kesehatan pendekatan pelayanan kesehatan primer kepada pasien dan keluarga baik dengan penyakit akut, kronik, ibu hamil, dan pasangan akan menikah.

Selain praktik di Puskesmas, para mahasiswa juga praktik di Sekolah untuk mengidentifikasi program UKS di sekolah dan skrining kesehatan terhadap peserta didik. Kegiatan di Sekolah di akhiri dengan presentasi perencanaan program dan temuan skrining yang dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru, Pembimbing Klinik dari Puskesmas dan Pembimbing Akademik.

Suasana Pemaparan dan Diskusi Penemuan Kasus di Sekolah bersama Kepala Sekolah Wijirejo dan Perawat Puskesmas Pandak 1

Usaha Kesehatan Kerja (UKK) sektor informal juga menjadi target pencapaian keunggulan Prodi. Mahasiswa tersebar dibeberapa UKK di Sleman maupun di Bantul. Salah satunya adalah di Batik Pak Topo. Mahasiswa melakukan skrining dan meninjau kegiatan yang ada di Batik Pak Topo terkait kesehatan dan keselamatan Pekerja. Di hari terakhir mahasiswa memaparkan risiko bahaya pada para pekerja dan mengajarkan cuci tangan enam langkah untuk menghindari terjadinya permasalahan pada sistem gastrointestinal pekerja. Kegiatan penyuluhan UKK juga dilakukan oleh pihak Puskesmas dan pemeriksaan sputum terhadap pekerja yang batuk belum kunjung sembuh.

Poto Bersama Pemilik Batik Topo (Pemilik usaha menyatakan bahwa sangat senang dan kegiatan mahasiswa sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan Pekerjanya)

Harapanya kegiatan – kegiatan yang menunjang keunggulan Prodi akan selalu dilaksanakan dan ditingkatkan untuk mencapai pembelajaran lulusan dan meningkatkan kualitas lulusan. (SWR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.