Dies Natalis Pertama, Unjani Yogyakarta Gelar Sidang Terbuka Senat

SLEMAN – Bertempat di ruang auditorium Kampus 1 Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, pada Selasa (26/03/2019) diselenggakaran Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dengan agenda tunggal, yaitu Dies Natalis Pertama, yang diikuti oleh Dosen, Pegawai, tamu undangan, dan perwakilan mahasiswa. Dalam sambutannya, Rektor Unjani Yogyakarta, Dr. Drs. Djoko Susilo, ST., MT., menyampaikan bahwa dies natalis pertama ini menjadi momentum penting bagi Unjani Yogyakarta untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan selama satu tahun, dan menyadarkan semua Sivitas Akademika, untuk terus bergerak ke depan dan mengukir karya, serta prestasi seiring dengan bertambahnya usia, pasca diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada tanggal 26 Maret 2018 silam. Tema Dies Natalis yang diambil tahun ini adalah “Merajut Persatuan dan Menumbuhkan Semangat  Kejuangan Jenderal Achmad Yani untuk Unjani Yogyakarta yang Unggul dan Terdepan“ mencerminkan serangkaian ide yang lahir atas apa yang menjadi cita-cita Unjani Yogyakarta ke depan. Gagasan ini sekaligus memantapkan identitas Unjani Yogyakarta sebagai kampus pemersatu. Oleh karena itu, di usianya yang muda ini, gerakan Unjani Yogyakarta memantapkan persatuan, kesatuan, dan semangat kejuangan sungguh memiliki relevansi yang strategis bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. ”Momentum Dies Natalis disamping untuk merefleksikan apa yang telah dicapai, merupakan salah sarana untuk memplublikasikan karya-karya tersebut, dan sekaligus menunjukkan kepada stake holder atas beberapa prestasi yang telah berhasil diperolehnya agar Unjani Yogyakarta semakin lebih dikenal oleh  stake holder guna menarik minat lebih banyak bagi masyarakat” katanya. Lebih lanjut Rektor Unjani Yogyakarta menyampaikan peningkatan proses akademik dan prestasi yang telah diraih Unjani Yogyakarta selama setahun. Jumlah program studi aktif berjumlah18 (delapan belas) program studi, terbagi pada 3 (tiga) fakultas, yaitu di Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi terdapat 6 (enam) program studi, di Fakultas Kesehatan terdapat 8 (delapan) program studi, dan di Fakultas Ekonomi dan Sosial terdapat 4 (empat) program studi. Total jumlah mahasiswa baru di tahun 2018 adalah 842 mahasiswa dan total jumlah student body mahasiswa di tahun akademik 2018/2019 sejumlah 2.142 pada Semester Gasal dan sejumlah 2.108 pada Semester Genap. Jalinan kerjasama saat ini berjumlah 109 kerjasama dalam negeri dan empat kerjasama luar negeri. Di bidang promosi dan publikasi telah dilaksanakan pembuatan Sistem Informasi Calon Mahasiswa (Sicama) yang bisa dilihat di http://sicama.unjaya.ac.id sebagai sarana layanan pendaftaran online, sehingga memungkinkan dan memudahkan calon mahasiswa untuk mendaftar di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dari jarak jauh. Sedangkan di bidang penelitian dan pengabdian, pada tahun 2018 telah meraih PDP sebanyak 7 (tujuh) dosen, PKPT sebanyak 7 (tujuh) dosen, penelitian terapan 1 (satu) dosen, dan Insinas 1 (satu) dosen. Selain itu, Unjani Yogyakarta baru saja mendapatkan dua hak paten dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukun dan Hak Azasi Manusia yang dalam sejarah baru yang pertama kali diperoleh yang judul invensinya pertama ”Alat Pengukur Kecepatan Putaran Mesin (Tachometer) Digital” dan yang kedua  ”Metode Pengujian dan Pembersihan Injektor Bahan Bakar Sepeda Motor”. Dengan diperolehnya dua hak paten ini tentu meningkatkan nama baik Unjani Yogyakarta.

Selain Rektor Unjani Yogyakarta, pada kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Yayasan kartika Eka Paksi juga menyampaikan sambutan yang diwakili oleh Wakil Ketua Pengurus, Drs. Aziz Ahmadi, M.Sc., menyampaikan Dirgahayu Unjani Yogyakarta yang pertama, dan mengingatkan kepada seluruh sivitas akademika Unjani Yogyakarta untuk fokus dan memprioritaskan tiga hal. Pertama, peningkatan akreditasi Prodi dan Institusi. Kedua, peningkatan kualitas jasa layanan pendidikan, dan Ketiga, mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Muhammad Rifqi Ma’arif, S.T., M.Eng. yang sehari-hari menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi dengan mengambil tema “Kesiapan Universitas dalam Menyongsong Disrupsi Ekonomi dan Era Revolusi Industri 4.0.” Dalam orasinya, Orator menyampaikan tantangan Indonesia di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Era Revolusi Industri 4.0 diantaranya adalah kita semua memasuki era disrupsi teknologi yang berdampak cukup signifikan dalam munculnya disrupsi ekonomi. Oleh karena itu, salah satu poin kunci dalam revolusi industri adalah semakin menguatnya implementasi sosio-technical system di berbagai domain keilmuan. Secara umum sosio-technical system adalah suatu pendekatan untuk desain kerja yang kompleks yang mengakomodasi interaksi antara manusia dan teknologi dalam satu ekosistem kerja. Sebuah sistem yang berisi interaksi kompleks antara manusia, mesin dan aspek lingkungan dari sistem yang berjalan. ”Maka, untuk merespon kebutuhan ini kurikulum Perguruan Tinggi selain diorientasikan untuk memenuhi standard kompetensi keilmuan sesuai dengan KKNI, juga harus direorientasikan untuk pembelajaran keilmuan lintas disiplin. Reorientasi ini akan melahirkan aktivitas pembelajaran lintas keilmuan. Masalah di era revolusi industri 4.0 tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan satu ilmu saja. Dengan menguatkan pola pembelajaran multi dan transdisiplin, diharapkan lulusan Unjani Yogyakarta memiliki daya saing yang tinggi” lanjutnya. Lebih jauh, orator menyampaikan penguatan aktivitas transdisplin ini tidak hanya diterapkan di aspek pembelajaran, tetapi juga di aspek penelitian. Dengan menguatkan kerja sama lintas disiplin ilmu, diharapkan kegiatan penelitian akan menghasilkan hasil yang inovatif untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan baru. Kegiatan riset yang dapat memunculkan terobosan mendukung Revolusi Industri 4.0. Kegiatan riset yang dapat menumbuhkan tidak hanya pusat studi namun pusat keunggulan Perguruan Tinggi. Kegiatan riset yang dapat mendorong terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi dari Perguruan Tinggi. [swr/kpp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.